LAPORAN OBSERVASI HERBA DISAVANA BEKOL BALURAN
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semua bentuk pada interaksi antara komponen ekosistem tersebut merupakan suatu asas, yakni asas keanekaragaman, asas kerjasama, asas persaingan, asas interaksi, dan asas keseimbangan, keseluruhan asas-asas tersebut berfungsi sebagai sarana untuk tetap mempertahankan adanya kelangsungan dalam hubungan timbal balik antara komponen ekosistem dan antar komponen dengan lingkungannya, apabila setiap komponen tersebut bekerja sesuai dengan fungsinya, maka keseimbangan dan keserasian dalam lingkungan hidup akan tetap terjaga dan berlangsung dengan baik. Ekosistem merupakan satuan fungsional dasar dalam ekologi, mengingat bahwa didalamnya tercakup organisme dan ligkungan abiotik yang satu terhadap yang lain saling mempengaruhi. Ekosistem merupakan benda nyata dan mempunyai ukuran yang beraneka, bergantung pada tingkat organisasinya.
Ekosistem meliputi seluruh makhluk hidup dan lingkungan fisik yang mengelilinginya, ekosistem merupakan suatu unit yang mencakup semua makhluk hidup dalam suatu area yang memungkinkan terjadinya interaksi dengan lingkungannya baik yang bersifat abiotik maupun biotik lainnya. Salah satu komponen biotik yakni vegetasi herba yang berkedudukan sebagai produsen dalam suatu ekosistem. Kehadiran suatu spesies dari vegatasi herba itu menyebabkan kelimpahan populasi yang bervariasi baik skala ruang dan waktu. Salah satu bentuk permasalahan yang cukup penting untuk diperhatikan adalah tumbuhnya jenis vegetasi baru yang menutupi savana bekol. Vegetasi ini muncul setelah adanya kegiatan pemusnahan tanaman acacia nilotica pada periode waktu sebelumnya. Savana Bekol yang sebelumnya didominasi oleh rumput jenis lamuran, sekarang tampak terjadi perubahan jenis yang dominan. Jenis baru ini bermunculan sebagai akibat dari proses ekologis, yang memungkinkan dapat berubahnya kondisi lingkungan, sehingga akan tidak cocok lagi untuk pertumbuhan jenis‐jenis yang aslinya. Hal ini akan berpengaruh pula terhadap kehidupan satwa liar khususnya herbivira.
Secara umum pola penyebaran tumbuhan di alam dapat dikelompokkan kedalam 3 pola, yaitu acak(random),mengelompok(clumped), dan teratur(regular). Tiap-tiap jenis tumbuhan tentunya mempunyai pola penyebaran yang berbeda-beda tergantung pada model reproduksi dan lingkungan mikro(Barbour,1986). Untuk mengetahui skala perubahan-perubahan komponen ekosistem di alam dapat dilakukan penelitian yang didalamnya terdapat parameter-parameter yang diukur antara lain:nilai kerapatan (densitas), dominansi, frekuensi, indeks nilai penting(INP), dan indeks dominansi(ID). Berdasarkan parameter-parameter tersebut, maka dapat diketahui pola penyebaran vegetasi herba tersebut di alam.
Oleh karena itu, dengan diadakan kegiatan analisa vegetasi herba selain untuk memperoleh data terbaru kondisi penutupan vegetasi savana. kita dapat lebih mengetahui pola penyebaran dan berbagai parameter yang dapat diketahui. Adapun tujuan dari kegiatan ini data dan informasinya dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk perencanaan pengelolaan bagi pihak pengelola kedepan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana mengidentifikasi nama tumbuhan dan keanekaragaman herba ?
2. Bagaimana menentukan nilai KR, DR, FR, dan INP suatu komunitas herba ?
3. Bagaimana menganalisis vegetasi komunitas herba ?
C. Tujuan
1. Mengidentifikasi nama tumbuhan dan keanekaragaman herba
2. Menentukan nilai KR, DR, FR, dan INP suatu komunitas herba
3. Melakukan analisis vegetasi komunitas herba
BAB II
KAJIAN TEORI
Taman Nasional Baluran terletak di ujung timur laut Pulau Jawa dekat dengan Pulau Bali dan Pulau Madura. Total permukaan kurang lebih 25.000 ha. Savana di Taman Nasional Baluran merupakan satu-satunya savana di Pulau Jawa. Luas tanah savana Bekol (± 420 hektar ). Populasi merupakan kelompok organisme yang sejenis yang hidup dan berkembangbiak pada suatu daerah tertentu. Komunitas adalah semua populasi dan berbagai jenis yang menempati suatu daerah. Di daerah itu tiap populasi berinteraksi satu dengan yang lainnya.
Pembagian – pembagian dalam ekosistem.
Pembagian menurut habitat
- Ekologi bahari/kelautan
- Ekologi darat/terestrial
- Ekologi estuaria(muara sungai ke laut)
- Ekologi padang rumput
Pembagian menurut taksonomi yaitu sesuai dengan sistematika makhluk hidup misalnya
- Ekologi tumbuhan
- Ekologi hewan dan yang lebih khusus lagi ;
o Ekologi serangga
o Ekologi burung
- Ekologi mikroba/jasad renik.
Ekologi dapat dibagi menjadi
1.Auteknologi.
Membahas pengkajian individu organisme atau individu spesies yang penekanannya pada sejarah-sejarah hidup dan kelakuan dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan .
2.Sinekologi.
Membahas pengkajian golongan atau kumpulan organisme yang berasosiasi bersama sebagai satuan.
Dilihat dari fungsinya, suatu ekosistem terdiri dari 2 komponen yakni:
a.Komponen Autotrofik. Yaitu organisme yang mampu menyediakan atau mensintesis makanannya sendiri yang berupa bahan-bahan organik dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari atau klorofil (zat hijau daun), maka semua organisme yang mengandung klorofil disebut organisme autotrofik.
b.Komponen Heterotrofik.
Yaitu organisme yang mampu memanfaatkan hanya bahan-bahan organik sebagai bahan tersebut disintesis dan disediakan oleh organisme lain.
Dilihat dari segi penyusunannya suatu ekosistem dibedakan empat komponen:
a.Bahan tak hidup (biotik, non hayati).
Yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri atas tanah, air, udara, sinar matahari, dan sebagainya yang merupakan medium atau substrat untuk berlangsung kehidupan.
b. Produsen.
Yaitu organisme yang autotrofik yang umumnya tumbuhan berklorofil yang mensintesis makanan dari bahan anorganik yang sederhana.
c.Konsumen.
Yaitu organisme heterotrofik, misalnya hewan dan manusia yang makan organisme lainya.
d.Pengurai, perombak atau ”dekomposer”.
Yaitu organisme heterotrofik yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks) menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepas bahan-bahan sederhana yang dapat dipakai oleh produsen, bakteri, dan jamur termasuk dalam kelompok ini.
Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan yang akan ditinjau adalah faktor alam dan biologi yang secara normal bekerja pada komunitas daratan.
1. Faktor iklim
a. Faktor suhu
b. Faktor curah hujan
c. Faktor kelembapan
d. Faktor cahaya
e. Faktor udara
f. Faktor angin
2. Faktor fisiografi dan ketanahan
a. Topografi
b. Tanah
c. Lapisan geologi
3. Faktor biologi
a. Tumbuhan hijau atau tumbuhan lain atau hewan
b. Antaraksi antara jasad
- Pemangsa
- Pemakan bangkai
- Simbiosis
- Parasitisme
c. Manusia
Ciri analisis pada komunitas
Ciri kualitatif antara lain:
1.Susunan flora
Pengkajian komunitas tak boleh terbatas hanya pada satu musim, tetapi harus dicatat sepanjang tahun untuk mendapatkan senarai yang lengkap tentang spesies di daerah itu. Secara idealnya, senarai itu harus mencerminkan pengenalan yang cermat dan penerapan yang benar dari nama-nama ilmiah. Pentingnya senarai spesies itu terletak pada kenyataan bahwa senarai itu membuat para ekologiwan menyadari kemungkinan adanya antaraksi diantara berbagai spesies yang ada. Struktur spesies suatu komunitas memberikan ungkapan keanekaragaman, perubahan suksesi dan kemantapan komunitas itu.
2.Kemampuan hidup bersama
Menurut Braun-Blanquet(1932), cara berkembang biak, kemampuan berkembang biak dan struktur serta pertumbuhan bagian bawah tanah pada berbagai spesies tumbuhan itu mendukung sifat pengelompokannya dan bila perlu menambah informasi lebih rinci yang bersifat kualitatif.
3.Perlapisan
Pelapisan menyatakan kedudukan ke arah vertikal berbagai unsur dalam komunitas. Dalam komunitas tumbuhan sering dikenali adanya empat lapisan utama. Keempat lapisan itu adalah lapisan pepohonan, lapisan semak, lapisan terna dan lapisan dasar. Sebagaimana telah disebutkan, hutan hujan tropis patut mendapat perhatian karena memperlihatkan lebih dari satu lapisan pohon, biasanya mempunyai dua lapis dan ada kalanya tiga lapis
4.Daya hidup
Daya hidup merupakan petunjuk akan tingkat kesuburan atau kekuatan spesies dalam komunitasnya dan khususnya hal ini menunjukkan berhasil atau tidaknya spesies itu secara teratur menyelesaikan daur hidupnya dan menghasilkan biji. Dalam menentukan daya hidup suatu spesies dapat dipakai sejumlah patokan, seperti laju pertumbuhan, laju pertumbuhan kembali setelah dimakan hewan atau disabit, banyaknya atau luas dedaunan, warna dan kegembungan daun dan batang, tingkat infeksi atau serangan serangga, banyaknya dan panjangnya tangkai bunga, laju pertumbuhan dan ukuran sistem akarnya, laju perkembangan batang dan daun baru, dan banyaknya cabang atau bagian lain yang mati.
5.Bentuk kehidupan
Bentuk kehidupan adalah bentuk yang khas tumbuhan pada keadaan vegetatif. Spesies apapun dapat ditentukan kelas kehidupannya atas dasar ukurannya, bentuknya, cara bercabangnya, cara bertahan hidup dari musim ke musim dan panjang hidupnya, maupun rata-rata luas daun atau helaian daunnya. Kedudukan kuncup rehat sering sangat penting dalam penentuan ini.
Parameter kuantitatif antara lain
Kekerapan
Kekerapan menyangkut tingkat keseragaman terdapatnya individu suatu spesies di dalam suatu daerah. Kekerapan diukur dengan mencatat ada atau tiadanya suatu spesies dalam daerah contoh yang secara idealnya tersebar secara acak di seluruh daerah yang dikaji. Karenanya, kekerapan dinyatakan sebagai persentase dari seluruh daerah contoh yang dipakai yang di dalamnya terdapat spesies tertentu. Jika misalnya suatu spesies ditemukan dalam 15 dari 30 contoh maka kekerapannya adalah 50 persen.
Kepadatan
Nilai kepadatan dipakai untuk menunjukkan kepentingan nisbi setiap spesies dalam komunitas apabila spesies itu serupa dalam bentuk dan ukuran kehidupannya. Apabila tumbuhannya berbeda bentuk kehidupannya, seperti semak, rerumputan,atau tumbuhan rambat , maka kepadatan saja tidaklah cukup untuk membandingkan dan data tutupan harus dilibatkan. Ini disebabkan karena beberapa tumbuhan mungkin mempunyai kepadatan yang rendah karena sifatnya yang merumpun tetapi keadaan ini akan memberikan kesan tak tepat mengenai kepentingan atau peranannya dalam komunitas itu karena tumbuhan itu mungkin membentuk tutupan yang jauh lebih luas yang pada kenyataannya mencerminkan kepentingannya dalam komunitas itu secara lebih baik daripada hanya berdasarkan kepadatan saja.
Tutupan
Tutupan menyangkut luas tanah yang ditempati oleh bagian tumbuhan di atas tanah. Tutupan ditaksir dari sejumlah contoh dan diberi batasan sebagai perbandingan bagian tanah yang ditempati oleh spesies yang ada. Mengingat sifat tumpang tindih dari bagian tumbuhan, persentase seluruh tutupan sering lebih dari 100 persen. Untuk mengurangi kesalahan ini,ada kalanya dipakai tutupan nisbi, yaitu besarnya tutupan suatu spesies sebagai persentase dari keseluruhan luas semua spesies dan tanah gundul dalam suatu habitat tertentu. Dengan cara ini maka angka keseluruhannya tidak akan melebihi 100 persen.
Ciri sintesis pada komunitas
Kemenonjolan
Kemenonjolan adalah ciri komunitas yang menunjukkan pengaruh paling menonjol atau berkuasa dari satu atau lebih spesies di dalamnya, sehingga populasi spesies lainnya sedikit banyak ditundukkan atau menurun jumlah atau daya hidup
Pemintakatan (kajian kelandaian)
Pada habitat tertentu telah diketahui bahwa dalam jarak yang terbatas nabatah terdapat dalam bentuk jajaran jalur yang lebih kurang konsentris. Keadaan ini dinamakan pemintakatan.
Katena
Perbedaan tanah ini tercermin dari perbedaan nabatahnya di sepanjang lereng, dengan masing-masing jenis tanah mendukung tumbuhan yang telah menyesuaikan diri dengan tanah itu. Jika runtunan tanah dan nabatah seperti itu berulang pada daerah nabatah yang luas ,maka terbentuklah pola pemintakatan yang sering disebut katena.
Laju pertumbuhan
Kesuburan tumbuhan di dalam tropis agaknya disebabkan oleh laju pertumbuhan yang meningkat. laju pertumbuhan yang meningkat itu mungkin disebabkan oleh suhu tropis yang tinggi.
Metode plot kuadrat adalah salah satu metode analisis vegetasi berdasarkan suatu luasan petak contoh. Langkah pertama dari metode ini adalah menentukan luas area yang diteliti sepanjang garis transek di sekitar Taman Nasional Baluran. Mengukur setiap jarak di sepanjang 1 m garis transek. Menandai tiap-tiap transek sebagai titik cuplikan tiap kelompok. Kuadrat yang dimaksud dalam metode ini adalah suatu ukuran luas yang diukur dengan satuan kuadrat seperti m², cm². Bentuk petak contoh pada metode kuadrat pada dasarnya ada tiga macam yaitu bentuk lingkaran, bentuk bujur sangkar dan bentuk empat persegi panjang. Dari ketiga bentuk petak contoh ini masing-masing bentuk memiliki kelebihan dan kekurangannya, seperti bentuk lingkaran akan lebih menguntungkan jika dapat dipakai untuk analisis vegetasi herba yang bergerombol. Untuk vegetasi herba rendah bentuk empat persegi panjang akan lebih efisien dibandingkan dengan bentuk bujur sangkar pada ukuran yang sama. Hal ini disebabkan karena kelompok tumbuhan cenderung akan tumbuh membentuk lingkaran, sehingga bentuk petak contoh berbentuk empat persegi panjang akan lebih banyak kemungkinannya untuk memotong kelompok tumbuhan dibandingkan dengan bentuk bujur sangkar pada luasan yang sama, dengan demikian jumlah jenis yang teramati akan lebih banyak. Namun demikian, bentuk petak contoh empat persegi panjang mempunyai kekurangan terhadap bentuk bujur sangkar, karena perbandingan panjang tepi terhadap luasnya lebih besar daripada perbandingan panjang tepi bujur sangkar terhadap luasnya.
Untuk melakukan analisis vegetasi perlu diketahui beberapa parameter vegetasi meliputi:
Jumlah individu spesies A
Kerapatan Mutlak (KM) : __________________________
Total Area Luas Cuplikan
KM spesies A
Kerapatan Relatif (KR) : ————————————------ × 100%
Jumlah total KM Seluruh spesies
Jumlah plot yang mengandung spesies A
Frekuensi Mutlak (FM) : ——————————————
Jumlah seluruh Individu
FM Spesies A
Frekuensi Relatif (FR) : ——————————— × 100 %
Jumlah Total FM seluruh Spesies
Banyak plot ditemukannya spesies A
Dominansi Mutlak (DM) : ——————————————---------------------
Total Banyak Plot
DM spesies A
Dominansi Relatif (DR) : ——————————— ×100 %
Jumlah Total DM seluruh Spesies
Indeks Nilai Penting (INP) : KR+ FR+ DR
Indeks Dominansi ( ID ) : n. X2. N
_________
N ( N-1 )
Dalam pengambilan sampel vegetasi, kita tidak hanya mempelajari spesies apa yang ada, namun juga kepentingan relatifnya dalam komunitas seperti diperlihatkan oleh penyebarannya, atau frekuensinya, kelimpahannya dan rimbunannya. Satuan pengambilan sampel yang merupakan daerah-daerah dengan ukuran pasti disebut kuadrat. Kuadrat yang digunakan untuk mengambil sampel tumbuhan dalam suatu komunitas harus dalam dimensi yang mewakili seluruh spesies yang ada dalam komunitas itu. Ukuran kuadrat bergantung pada jenis vegetasi yang ada dalam daerah itu.
Diantara banyak organisme yang membentuk suatu komunitas, hanya beberapa spesies atau grup yang memperlihatkan pengendalian yang nyata dalam memfungsikan keseluruhan komunitas. Kepentingan relatif dari organisme dalam suatu komunitas tidak ditentukan oleh posisi taksonominya, namun oleh jumlah, ukuran produksi dan hubungan lainnya. Tingkat kepentingan suatu spesies biasanya dinyatakan oleh indeks keunggulannya (dominansi).
Angka banding antara jumlah spesies dan jumlah total individu dalam suatu komunitas dinyatakan sebagai keragaman spesies. Keragaman spesies dapat diambil untuk menandai jumlah spesies dalam suatu daerah tertentu atau sebagai jumlah spesies diantara jumlah total individu dari seluruh spesies yang ada. Hubungan ini dapat dinyatakan secara numerik sebagai indeks keragaman.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang kami lakukan yaitu observasi atau pengamatan. Observasi yang kami lakukan menggunakan Plot Kuadrat dengan bentuk persegi dengan ukuran 1 x 1 m2 sebanyak 8 plot.
B. Tempat dan Waktu
Tempat : Savana Bekol , Baluran, jawa timur.
Hari / Tanggal : Sabtu, 13 November 2010
Waktu : 16.59 - Selesai
C. Alat dan Bahan
Alat :
1) Meteran Gelang Secukupnya
2) Tali Rafia Secukupnya
3) Cethok 1 buah
4) Termometer Tanah atau Hg atau alkohol 1 buah
5) Soil tester 1 buah
7) Tonggak Kayu Secukupnya
8) Buku Identifikasi 1 buah
9) Plot kuadrat ukuran 1 x 1 m2 8 buah
Bahan :
1) Kantong Plastik Secukupnya
2) Karet Gelang Secukupnya
3) Kertas 1 buah
4) Pulpen 1 buah
D. Langkah Percobaan
1.Menentukan Luas area yang diteliti sepanjang garis transek, mengukur setiap jarak di sepanjang 1 m garis transek, Menandai tiap – tiap transek sebagai titik cuplikan tiap kelompok.
2.Tiap Kelompok membuat 8 plot dengan cara memasang plot kuadrat ukuran ( 1x1 )m2 (metode plot kuadrat).
3.Masing – masing plot kudrat , menghitung jumlah populasi herba yang ada pada tiap plot
4.Mengidentifikasi spesies herba pada setiap plot kuadrat
5.Mengambil daun atau bagian dari pohon tersebut untuk dibuat herbarium agar mempermudah melakukan identifikasi
6.Mengidentifikasi herba menggunakan buku identifikasi
7.Mengukur PH tanah dan kelembapan tanah menggunakan soil tester
8.Mengukur suhu tanah dengan termometer tanah atau alkohol atau Hg.
E. Rancangan Percobaan
Menentukan luas area
Membuat plot sebanyak 8 dengan cara
memasang plot kuadrat ukuran ( 1x1 )m2
Menghitung jumlah populasi herba pada setiap plot kuadrat
Mengidentifikasi spesies herba pada setiap plot kuadrat
Mengambil daun sebagai sampel
Mengidentifikasi herba
menggunakan buku identifikasi
Mengukur PH tanah, kelembapan tanah dan suhu Tanah
BAB IV
DATA DAN ANALISIS
A. DATA OBSERVASI
( DATA KELOMPOK )
Tabel 1 Analisis Vegetasi Herba
Stasiun Plot Nama Herba / Spesies Jumlah Spesies Jumlah Seluruh Spesies Presentase Jumlah Tumbuhan
6 1 Kapas Putih (Abelmoseus Ficuelneus) 4 53
Rumput Gajian (Scleachne punctata) 12
Tarum (Indigofera Tinctoria) 4
Zoysia matrella 33
2 Kapas Putih (Abelmoseus Ficuelneus) 4 70
Rumput Gajian (Scleachne punctata) - -
Tarum (Indigofera Tinctoria) 4
Zoysia matrella 62
3 Kapas Putih (Abelmoseus Ficuelneus) 13 65
Rumput Gajian (Scleachne punctata) 14
Tarum (Indigofera Tinctoria) - -
Zoysia matrella 37
Meniran (Phyllanthus, Sp) 1
4 Kapas Putih (Abelmoseus Ficuelneus) 28 101
Rumput Gajian (Scleachne punctata) 19
Tarum (Indigofera Tinctoria) 5
Zoysia matrella 47
Meniran (Phyllanthus, Sp) - -
Rumput Teki (Cyperus Rotundus) 2
5 Kapas Putih (Abelmoseus Ficuelneus) 21 91
Rumput Gajian (Scleachne punctata) 34
Tarum (Indigofera Tinctoria) 4
Zoysia matrella 29
Meniran (Phyllanthus, Sp) - -
Rumput Teki (Cyperus Rotundus) 1
Widodori Bekol (Zyzypus Rotundifolia) - -
Antana 2
6 Kapas Putih (Abelmoseus Ficuelneus) 1 69
Rumput Gajian(Scleachne punctata) 23
Tarum (Indigofera Tinctoria) 4
Zoysia matrella 13
Meniran (Phyllanthus, Sp) - -
Rumput Teki (Cyperus Rotundus) - -
Widodori Bekol (Zyzypus Rotundifolia) 11
Antana 7
7 Kapas Putih (Abelmoseus Ficuelneus) 17 63
Rumput Gajian (Scleachne punctata) 17
Tarum (Indigofera Tinctoria) - -
Zoysia matrella 29
Meniran (Phyllanthus, Sp) - -
Rumput Teki (Cyperus Rotundus) - -
Widodori Bekol (Zyzypus Rotundifolia) - -
Antana - -
8 Kapas Putih (Abelmoseus Ficuelneus) 8 91
Rumput Gajian (Scleachne punctata) 23
Tarum (Indigofera Tinctoria) 5
Zoysia matrella 35
Meniran (Phyllanthus, Sp) - -
Rumput Teki (Cyperus 10
Widodori Bekol (Zyzypus Rotundifolia) 3
Antana 7
( DATA KELAS )
Tabel 2 Analisis vegetasi Herba
No Nama Ilmiah Spesies Stasiun Jumlah Plot
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Zoysia matrella 4 6 1 4 0 0 8 4 5 2 8 5 0 0 47
2 Rumput Gajian (Scleachne punctata) 8 3 8 8 4 1 0 8 7 0 8 2 3 2 62
3 Meniran (Phyllanthus, Sp 7 4 0 1 2 2 0 0 1 0 6 1 0 0 24
4 Mungsi Arab (Artemisia vulgaris, Sp) 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
5 Putri Malu (Mimosa pudica) 1 0 4 1 0 2 3 3 0 1 1 2 1 0 19
6 Otok (Sida rhombifolia) 1 1 2 1 0 0 5 5 0 2 0 2 0 2 21
7 Oxonopus compressus 2 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 0 6 17
8 Rumput Teki (Cyperus rotundus) 1 0 0 8 0 0 0 0 0 8 5 0 2 0 24
9 Kacang-kacanangan (Calopogonium mucronata) 5 2 6 5 1 2 5 3 0 5 0 0 0 0 34
10 Kapas Putih (Abelmoseus ficuelneus) 4 1 8 4 7 6 6 5 6 4 8 8 0 8 75
11 Penitian (Euphorbia thymfolia L) 0 1 2 2 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 6
12 Kenikir (Cosmus caudatus) 0 1 1 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7
13 Wedusan (Ageratum congzoidos) 0 7 2 1 0 1 0 0 2 0 0 0 0 0 13
14 Widodori Bekol (Zyzypus rotundifolia) 0 1 0 0 6 4 0 5 4 6 4 5 0 1 36
15 Lampes (Ocimum sanchum L) 0 2 4 2 3 2 2 0 1 2 0 0 0 1 19
16 Mericaan 0 0 0 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0 0 4
17 Rumput Rayapan (Branchia replant) 0 2 0 0 8 8 0 5 0 0 0 0 0 0 23
18 Sporobolus poiretli 0 1 0 1 0 3 1 0 2 0 0 0 0 0 8
19 Antana 0 6 0 0 0 1 0 0 1 0 4 1 0 0 13
20 Eragrostis amabilus 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
21 Mimba(Azadirachta indica) 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 2 6
22 Tarum (Indigofera tinctoria) 0 1 0 0 2 0 0 0 0 3 8 0 0 0 14
23 Nilam (Pogestemon cablin) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 0 6
24 Pegagan (Centella asiatica) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 2
25 Koreng 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2
26 Klampis 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2
27 Paspalum commersoni 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
JUMLAH 487
Tabel 3 Analisis vegetasi Herba
No Nama Ilmiah Spesies Kelompok Jumlah Spesies
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Zoysia matrella 54 125 6 17 - - 195 16 14 4 237 46 - - 714
2 Rumput Gajian (Scleachne punctata) 212 6 426 95 81 10 - 158 220 - 142 14 19 10 1393
3 Meniran (Phyllanthus, Sp) 31 39 4 - 7 2 - - 1 - 1 1 - - 86
4 Mungsi Arab (Artemisia vulgaris, Sp 1 - - - - - - - - - - - - - 1
5 Putri Malu (Mimosa pudica) 1 - 13 2 - 7 8 7 1 1 - 2 1 - 43
6 Otok (Sida rhombifolia) 1 11 36 1 - 7 17 145 - 4 - 3 - 4 229
7 Oxonopus compresus 20 35 - - - - - - - - - 61 - 197 313
8 Rumput Teki (Cyperus rotundus) 1 - - 73 - - - - - 258 13 - 290 - 635
9 Kacang-kacanangan(Calopogonium mucronat) 47 4 20 43 1 7 13 14 - 15 - - - 1 155
10 Kapas Putih (Abelmoseus ficuelneus) 82 2 19 22 30 - 106 38 46 26 106 81 - 59 617
11 Penitian (Euphorbia thymfolia L) - 3 5 8 - - 2 - - - - - - - 18
12 Kenikir (Cosmus Caudatus) - 2 1 50 - - - - - - - - - - 53
13 Wedusan (Ageratum congzoidos) - 60 2 - - - 3 - 12 - - - - - 77
14 Widodori Bekol (Zyzypus rotundifolia) - 5 - - 29 7 - 28 74 36 11 32 - - 222
15 Lampes (Ocimum sanchum L) - 8 9 2 4 2 3 1 2 2 - - - 2 35
16 Mericaan - - - - 3 6 - - - - - - - - 9
17 Rumput Rayapan (Branchia replant) - 2 - - 205 422 - 20 - - - - - - 649
18 Sporobolus poiretli - 2 - - 205 422 - 20 - - - - - - 184
19 Antana - 39 - - - 1 - - 1 - 8 1 - - 50
20 Eragrostis amabilus - 1 3 - - - - - - - - - - - 4
21 Mimba(Azadirachta indica) - 3 - - - 1 - - - - - 4 - 1 9
22 Tarum (Indigofera tinctoria) - 1 - - 46 - - - - 6 25 - - - 78
23 Nilam (Pogestemon cablin) - - - - - - - - - - - - 102 - 102
24 Pegagan (Centella asiatica) - - - - - - - - - - - - 3 - 3
25 Koreng - - - - - - - - - - - - - 28 28
26 Klampis - 4 - - - - - - - - - - - - 4
27 Paspalum commersoni - 1 - - - - - - - - - - - - 1
JUMLAH 5712
B. ANALISIS OBSERVASI
Tabel 4 Analisis Vegetasi Herba
NO NAMA ILMIAH SPESIES BANYAK PLOT BANYAK SPESIES KERAPATAN MUTLAK KERAPATAN RELATIF (%) FREKUENSI MUTLAK FREKUENSI RELATIF (%) DOMINANSI MUTLAK DOMINANSI RELATIF (%) INP ID
1 Zoysia matrella 47 714 6.3750 12.50 0.0082 9.68 0,4196 9.65 31.83 4195,4845
2 Rumput Gajian (Scleachne punctata) 62 1393 12.4375 24.39 0.0109 12.77 0,5536 12.73 49.89 21065,9846
3 Meniran (Phyllanthus, Sp) 24 86 0.7679 1.51 0.0042 4.94 0,2143 4.93 11.38 31,0811
4 Mungsi Arab (Artemisia vulgaris, Sp) 1 1 0.0089 0.02 0.0002 0.21 0.0089 0.21 0.43 0,0002
5 Putri Malu (Mimosa pudica) 19 43 0.3839 0.75 0.0033 3.91 0,1696 3.90 8.57 6,1515
6 Otok (Sida rhombifolia) 21 229 2.0446 4.01 0.0037 4.33 0,1875 4.31 12.65 192,8316
7 Oxonopus compressus 17 313 2.7946 5.48 0.0030 3.50 0,1518 3.49 12.47 291,6255
8 Rumput Teki (Cyperus rotundus) 24 635 5.6696 11.12 0.0042 4.94 0,2143 4.93 20.99 1694,5193
9 Kacang-kacanangan (Calopogonium mucronata) 34 155 1.3839 2.71 0.0060 7,00 0,3036 6.98 16.70 143,0310
10 Kapas Putih (Abelmoses ficuelneus) 75 617 5.5089 10.80 0.0131 15,45 0,6696 15.39 41,65 4999,4178
11 Penitian (Euphorbia thymfolia L) 6 18 0.1607 2,35 0.0011 1.24 0,0536 1.23 2.78 0,3404
12 Kenikir (Cosmus caudatus) 7 53 0.4732 0.93 0.0012 1.44 0,0625 1.44 3.81 3,4430
13 Wedusan (Ageratum congzoidos) 13 77 0.6875 1.35 0.0023 2.68 0,1161 2.67 6.69 13,4962
14 Widodori Bekol (Zyzypus rotundifoli) 36 222 1.9821 3.89 0.0063 7.42 0,3214 7.39 18.69 310,6678
15 Lampes (Ocimum sanchum L) 19 35 0.3125 0.61 0.0033 3.91 0,1696 3.90 8.43 4,0755
16 Mericaan 4 9 0.0804 0.16 0.0007 0.82 0,0357 0.82 1.80 0,0567
17 Rumput Rayapan (Branchia replant) 23 649 5.7946 11.36 0.0040 4.74 0,2054 4.72 20.82 1696,3094
18 Sporobolus poiretli 8 184 1.6429 3.22 0.0014 1.65 0,0714 1.64 6.51 47,4257
19 Antana 13 50 0.4464 0.88 0.0023 2.68 0,1161 2.67 6.22 5,6908
20 Eragrostis amabilus 1 4 0.0357 0.07 0.0002 0.21 0,0089 0.21 0.48 0,0028
21 Mimba (Azadirachta indica) 6 9 0.0804 0.16 0.0011 1.24 0,0536 1.23 2,63 0,0851
22 Tarum (Indigofera tinctoria) 14 78 0.6964 1.37 0.0025 2.88 0,1250 2.87 7,12 14,9144
23 Nilam (Pogestemon cablin) 6 102 0.9107 1.79 0.0011 1.24 0,0536 1.23 4.26 10,9305
24 Pegagan (Centella asiatica) 2 3 0.0268 0.05 0.0004 0.41 0,0179 0.41 0.88 0,0032
25 Koreng 2 28 0.2500 0.49 0.0004 0.41 0,0179 0.41 1.31 0,2746
26 Klampis 2 4 0.0357 0.07 0.0004 0.41 0,0179 0.41 0.89 0,0056
27 Paspalum commersoni 1 1 0,0089 0.02 0.0002 0.21 0.0089 0.21 0.44 0,0002
JUMLAH 487 5712 51,000 100.02 0.0853 100,31 4,3482 99,96 300,28 34727,8487
C. PEMBAHASAN
Dari hasil pengamatan di 8 plot yang berlokasi di savana bekol untuk jenis rumput dan herba serta anakan pohon ditemukan sebayak 27 jenis yang terdiri dari 3 jenis rumput , 22 jenis herba dan 2 jenis anakan pohon yaitu widodori bekol dan klampis. Untuk jenis herba ditemukan antara lain adalah Zoysia matrella, meniran, Mungsi Arab, putri malu, otok, Oxonopus compressus, kacangan, kapas putih, penitian, kenikir, Wedusan, lampes, mericaan, Sporobollus poiretli, antana, Eragrostis amabilus, mimba(Azadirachta indica), tarum, nilam, pegagan, koreng, Paspalum commersoni, Jenis rumput yang paling banyak ditemukan adalah Rumput Gajian berjumlah 1393 dan jenis herba yang paling banyak adalah Zoysia matrella berjumlah 714 serta jenis anakan pohon paling banyak adalah 222 sedangkan jenis herba yang paling sedikit di temukan adalah Mungsi arab dan Paspalum commersoni berjumlah 1. Untuk jenis rumput yang ditemukan paling sedikit adalah rumput teki dengan jumlah 635, dan anakan pohon klampis berjumlah 4. Hasil analisa vegetasi dengan menggunakan metode plot kuadrat diperoleh berbagai harga parameter yaitu Kerapatan mutlak, kerapatan relatif, Frekuensi mutlak ,Frekuensi relatif, dominansi mutlak, dominansi relatif dan indeks nilai penting. Mengenai kerapatan relatif, frekuensi relatif dan dominansi relatif, untuk jenis herba yang terbesar adalah jenis Zoysia matrella masing –masing sebesar 12,5 %, 9,68 %, 9,65 % dan yang paling kecil adalah Jenis Mungsi arab dan Paspalum commersoni 0,02 %, 0,21 % dan 0,21 %. Mengenai kerapatan relatif, frekuensi relatif dan dominansi relatif, untuk jenis rumput yang terbesar adalah jenis rumput gajian sebesar 24,39 %, 12,77 % , 12,73 dan yang paling kecil adalah rumput teki yaitu 11,12 %, 4,94 % dan 4,93 %. Tumbuhan herba yang paling dominan di daerah savana baluran adalah Zoysia matrella yang ditunjukan dengan nilai penting terbesar yaitu 31,83 dan yang paling kecil nilai pentingnya adalah Mungsi arab dan Paspalum commersoni sebesar 0,44 sedangkan untuk jenis rumput yang paling dominan adalah jenis rumput gajian yang ditunjukan dengan nilai penting terbesar yaitu 49,89 dan yang paling kecil nilai pentingnya adalah rumput teki yang ditunjukan dengan nilai penting sebesar 20,99. Sedangkan Indeks dominansi hasilnya kurang valid karena kurang ketelitian dalam menghitung. Distribusinya rata-rata > 1 ( seragam ).
Dari data kelompok pada stasiun 6 dapat diketahui bahwa pada plot kuadrat 1 banyak terdapat spesies Zoysia matrella yaitu 33 buah diikuti Rumput Gajian sebanyak 12 buah, kapas –kapasan dan tarum sebanyak 4 buah. Pada plot 2 yang paling banyak adalah Zoysia matrella sebanyak 62 buah dan paling kecil kapas-kapasan dan tarum sebanyak 4 tetapi tidak ada rumput gajian. Pada plot 3 tetap Zoysia matrella paling banyak dengan jumlah spesies 37 dan yang paling sedikit adalah spesies meniran sebanyak 1 tetapi tidak terdapat tarum. Pada plot 4 Zoysia matrella paling banyak dengan jumlah spesies 47 buah dan paling sedikit spesies rumput teki sebanyak 2 buah dan tidak terdapat Meniran.
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan data di atas, Spesies yang paling dominan adalah Rumput Gajian (Scleachne punctata) dengan Kerapatan relatif, Frekuensi relatif, Dominansi relatif serta indeks nilai penting masing- masing adalah 24,39 %, 12,77 %, 12,73 %, dan 49,89 % . Dengan jumlah spesies sebesar 1.393. Sedangkan spesies yang rendah presentasenya adalah spesies Mungsi Arab (Artemisia Vulgaris, Sp) dan Paspalum Commersoni yaitu Kerapatan relatif, Frekuensi relatif, Dominansi relatif serta indeks nilai penting masing- masing adalah 0,02 %, 0,21 %, 0,21 %, serta 0,44 % dengan jumlah spesies sebesar 1. Sedangkan Indeks dominansi hasilnya kurang valid. Distribusinya seragam ( ID > 1 ). Vegetasi Herba di Savana Bekol baluran mempunyai Suhu tanah 32oC, PH tanah adalah 6,9 dan kelembapan tanah adalah 8.
Untuk data kelompok Zoysia matrella paling banyak mendominasi dari keseluruhan plot pada stasiun 6 sebanyak 62 buah, sedangkan spesies Meniran paling sedikit dilihat dari plot secara kesluruhan berjumlah 1 buah.
B. Saran
1. Sebaiknya tiap kelompok dalam membuat plot kuadrat jaraknya lebih baik jauh dari kelompok lain sehingga jenis spesies herba yang ditemukan lebih banyak. Hal ini terbukti dari herba yang ditemukan hanya 27 spesies. Sebenarnya jumlah jenis spesies herba di Bekol jauh lebih banyak dari yang ditemukan.
2. Fasilitas harus lebih memadai terutama peralatan seperti PH meter, Soil meter dan Termometer tanah atau raksa setidaknya tersedia cukup karena harus bergantian dengan kelompok lain. Hal ini mengakibatkan waktu menjadi tidak efisien dan hasil pengukuran PH,kelembapan dan suhu tanah semua kelompok dibuat sama.
DAFTAR PUSTAKA
Rachmadiarti, fida dkk. 2008. Panduan Praktikum Ekologi. Surabaya : UNIPRESS
http://nurichem.blogspot.com/2010/03/analisis-vegetasi-herba.html
http://www.balurannationalpark.web.id/download/IdentHabitatMamaliaBesar-Baluran-05-FIX.pdf
http://bhimashraf.blogspot.com/2010/10/percobaan-7-analisis-vegetasi-dengan.html
http://digilib.sith.itb.ac.id/go.php?id=jbptitbbi-gdl-s1-2004-ruliyanasu-87&node=1577&start=6
http://www.balurannationalpark.web.id/download/PendayaGunaanPlotPermanenDiSavanaBekol-Baluran-05-FIX.pdf
http://www.balurannationalpark.web.id/download/Anveg%20rumput%20di%20savana%20Bekol.pdf
http://www.balurannationalpark.web.id/download/Lap%20Anveg%20Rumput%20Savana%20Kramat.pdf
http://baluran.files.wordpress.com/2008/04/ujicobateknikpembakaranterkendalipemeliharaansavanabekol-baluran-04-fix.pdf
http://nurichem.blogspot.com/2010/03/analisis-vegetasi-herba.html
http://www.balurannationalpark.web.id/download/IdentHabitatMamaliaBesar-Baluran-05-FIX.pdf
http://bhimashraf.blogspot.com/2010/10/percobaan-7-analisis-vegetasi-dengan.html
http://digilib.sith.itb.ac.id/go.php?id=jbptitbbi-gdl-s1-2004-ruliyanasu-87&node=1577&start=6
http://romansah.wordpress.com/category/herbalogi/
http://teknik.ums.ac.id/kuliah/ruhiko/file/A5-PDF-FINAL%20buku%20teks%20ruhiko%20DIM/Fin%20A5-bab%208%20vegetasi%20ars-25%20sept.pdf
http://www.google.co.id/images?um=1&hl=id&biw=1366&bih=573&tbs=isch%3A1&sa=1&q=tumbuhan+herba+rumput+gajah&aq=o&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
http://www.google.co.id/images?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&biw=1366&bih=573&gbv=2&tbs=isch%3A1&sa=1&q=spesies+herba+meniran&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
Ramli, Dzak.1989.Ekologi.Jakarta: Depdikbud Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi PPLPT
LAMPIRAN
Jumlah individu spesies A
Kerapatan Mutlak (KM) : ————————————--------------
Total Area Luas Cuplikan
1
KM Zoysia Matrella = 714 = 6,4
112
2
KM Rumput Gajian (Scleachne punctata) = 1393 = 12,4
112
3
KM Meniran (Phyllanthus, Sp) = 86 = 0,77
112
4
KM Mungsi Arab (Artemisia Vulgaris, Sp) = 1 = 0,009
112
5
KM Putri Malu (Mimosa Pudica) = 43 = 0,4
112
6
KM Otok (Sida Rhombifolia) = 229 = 2,04
112
7
KM Oxonopus Compressus = 313 = 2,04
112
8
KM Rumput Teki (Cyperus Rotundus) = 635 = 5,7
112
9
KM Kacang-kacanangan (Calopogonium Mucronata) = 155 = 1,4
112
10
KM Kapas Putih (Abelmoseus Ficuelneus) = 617 = 5,5
112
11
KM Penitian (Euphorbia Thymfolia L) = 18 = 0,2
112
12
KM Kenikir (Cosmus Caudatus) = 53 = 0,5
112
13
KM Wedusan (Ageratum Congzoidos) = 77 = 0,7
112
14
KM Widodori Bekol (Zyzypus Rotundifolia) = 222 = 1,98
112
15
KM Lampes (Ocimum Sanchum L) = 35 = 0,3
112
16
KM Mericaan = 9 = 0,1
112
17
KM Rumput Rayapan (Branchia Replant) = 649 = 5,8
112
18
KM Sporobolus poiretli = 184 = 1,6
112
19
KM Antana = 50 = 0,4
112
20
KM Eragrostis amabilus = 4 = 0,04
112
21
KM Mimba (Azadirachta indica) = 9 = 0,08
112
22
KM Tarum (Indigofera tinctoria) = 78 = 0,7
112
23
KM Nilam (Pogestemon cablin) = 102 = 0,9
112
24
KM Pegagan (Centella asiatica) = 3 = 0,03
112
25
KM Koreng = 28 = 0,3
112
26 KM Klampis = 4 = 0,04
112
27
KM Paspalum commersoni = 1 = 0,009
112
KM spesies A
Kerapatan Relatif (KR) : ———————————— × 100%
Jumlah total KM Seluruh spesies
1
KR Zoysia matrella = 714 = 12,5 %
112
2
KR Rumput Gajian (Scleachne punctata) = 1393 = 24,3 %
112
3
KR Meniran (Phyllanthus, Sp) = 86 = 1,51 %
112
4
KR Mungsi Arab (Artemisia vulgaris, Sp) = 1 = 0,02 %
112
5
KR Putri Malu (Mimosa pudica) = 43 = 0,8 %
112
6
KR Otok (Sida rhombifolia) = 229 = 3,98 %
112
7
KR Oxonopus compressus = 313 = 5,5 %
112
8
KR Rumput Teki (Cyperus rotundus) = 635 = 11,1 %
112
9
KR Kacang-kacanangan (Calopogonium mucronata) = 155 = 2,7%
112
10
KR Kapas Putih (Abelmoseus ficuelneus) = 617 =10,8%
112
11
KR Penitian (Euphorbia thymfolia L) = 18 = 2,35 %
112
12
KR Kenikir (Cosmus caudatus) = 53 = 0,97 %
112
13
KR Wedusan (Ageratum congzoidos) = 77 = 1,4 %
112
14
KR Widodori Bekol (Zyzypus rotundifolia) = 222 = 3,9 %
112
15
KR Lampes (Ocimum sanchum L) = 35 = 0,6 %
112
16
KR Mericaan = 9 = 0,2 %
112
17
KR Rumput Rayapan (Branchia replant) = 649 = 11,3 %
112
18
KR Sporobolus poiretli = 184 = 3,1 %
112
19
KR Antana = 50 = 0,8 %
112
20
KR Eragrostis amabilus = 4 = 0,08 %
112
21
KR Mimba (Azadirachta indica) = 9 = 0,2 %
112
22
KR Tarum (Indigofera tinctoria) = 78 = 1,4 %
112
23
KR Nilam (Pogestemon cablin) = 102 = 1,8 %
112
24
KR Pegagan (Centella asiatica) = 3 = 0,06 %
112
25
KR Koreng = 28 = 0,6 %
112
26 KR Klampis = 4 = 0,08 %
112
27
KR Paspalum commersoni = 1 = 0,02 %
112
Jumlah plot yang mengandung spesies A
Frekuensi Mutlak (FM) : ——————————————----------------------
Jumlah seluruh Individu
1
FM Zoysia matrella = 714 = 0,0082
112
2
FM Rumput Gajian (Scleachne punctata) = 1393 = 0,01
112
3
FM Meniran (Phyllanthus, Sp) = 86 = 0,0042
112
4
FM Mungsi Arab (Artemisia vulgaris, Sp) = 1 = 0,00017
112
5
FM Putri Malu (Mimosa pudica) = 43 = 0,0033
112
6
FM Otok (Sida rhombifolia) = 229 = 0,0036
112
7
FM Oxonopus compressus = 313 = 0,0029
112
8
FM Rumput Teki (Cyperus rotundus) = 635 = 0,0042
112
9
FM Kacang-kacanangan (Calopogonium mucronata) = 155 =0,0059
112
10
FM Kapas Putih (Abelmoseus ficuelneus) = 617 =0,01
112
11
FM Penitian (Euphorbia thymfolia L) = 18 =0,00105
112
12
FM Kenikir (Cosmus caudatus) = 53 = 0,0012
112
13
FM Wedusan (Ageratum congzoidos) = 77 = 0,0022
112
14
FM Widodori Bekol (Zyzypus rotundifolia) = 222 = 0,0063
112
15
FM Lampes (Ocimum sanchum L) = 35 = 0,0036
112
16
FM Mericaan = 9 = 0,0007
112
17
FM Rumput Rayapan (Branchia replant) = 649 = 0,004
112
18
FM Sporobolus poiretli = 184 = 0,0014
112
19
FM Antana = 50 = 0,0022
112
20
FM Eragrostis Amabilus = 4 = 0,00017
112
21
FM Mimba (Azadirachta indica) = 9 = 0,00105
112
22
FM Tarum (Indigofera tinctoria) = 78 = 0,0024
112
23
FM Nilam (Pogestemon cablin) = 102 = 0,00105
112
24
FM Pegagan (Centella asiatica) = 3 = 0,00035
112
25
FM Koreng = 28 = 0,00035
112
26 FM Klampis = 4 = 0,00035
112
27
FM Paspalum commersoni = 1 = 0,00017
112
FM Spesies A
Frekuensi Relatif (FR) : ——————————— × 100 %
Jumlah Total FM seluruh Spesies
1
FR Zoysia matrella = 714 = 10,25 %
112
2
FR Rumput Gajian (Scleachne punctata) = 1393 = 12,5 %
112
3
FR Meniran (Phyllanthus, Sp) = 86 = 5,25 %
112
4
FR Mungsi Arab (Artemisia vulgaris, Sp) = 1 = 0,2 %
112
5
FR Putri Malu (Mimosa pudica) = 43 = 4,12 %
112
6
FR Otok (Sida rhombifolia) = 229 = 4,5 %
112
7
FR Oxonopus compressus = 313 = 3,6 %
112
8
FR Rumput Teki (Cyperus rotundus) = 635 = 5,25 %
112
9
FR Kacang-kacanangan (Calopogonium mucronata) = 155 = 7,4 %
112
10
FR Kapas Putih (Abelmoseus ficuelneus) = 617 = 12,5 %
112
11
FR Penitian (Euphorbia thymfolia L) = 18 = 1,3 %
112
12
FR Kenikir (Cosmus caudatus) = 53 = 1,5 %
112
13
FR Wedusan (Ageratum congzoidos) = 77 = 2,75 %
112
14
FR Widodori Bekol (Zyzypus rotundifolia) = 222 = 7,9 %
112
15
FR Lampes (Ocimum sanchum L) = 35 = 4,5 %
112
16
FR Mericaan = 9 = 0,9 %
112
17
FR Rumput Rayapan (Branchia replant) = 649 = 5 %
112
18
FR Sporobolus poiretli = 184 = 1,75 %
112
19
FR Antana = 50 = 2,75 %
112
20
FR Eragrostis amabilus = 4 = 0,2 %
112
21
FR Mimba (Azadirachta indica) = 9 = 1,3 %
112
22
FR Tarum (Indigofera tinctoria) = 78 = 3 %
112
23
FR Nilam (Pogestemon cablin) = 102 = 1,3 %
112
24
FR Pegagan (Centella asiatica) = 3 = 0,4 %
112
25
FR Koreng = 28 = 0,4 %
112
26 FR Klampis = 4 = 0,4 %
112
27
FR Paspalum commersoni = 1 = 0,2 %
112
Banyak plot ditemukannya spesies A
Dominansi Mutlak (DM) : ----——————————————----------------
Total Banyak Plot
1
DM Zoysia matrella = 714 = 0,419
112
2
DM Rumput Gajian (Scleachne punctata) = 1393 = 0,554
112
3
DM Meniran (Phyllanthus, Sp) = 86 = 0,214
112
4
DM Mungsi Arab (Artemisia vulgaris, Sp) = 1 = 0,009
112
5
DM Putri Malu (Mimosa pudica) = 43 = 0,170
112
6
DM Otok (Sida rhombifolia) = 229 = 0,188
112
7
DM Oxonopus compressus = 313 = 0,152
112
8
DM Rumput Teki (Cyperus rotundus) = 635 = 0,214
112
9
DM Kacang-kacangan (Calopogonium mucronata) = 155 = 0,304
112
10
DM Kapas Putih (Abelmoseus ficuelneus) = 617 = 0,670
112
11
DM Penitian (Euphorbia thymfolia L) = 18 = 0,054
112
12
DM Kenikir (Cosmus caudatus) = 53 = 0,063
112
13
DM Wedusan (Ageratum congzoidos) = 77 = 0,116
112
14
DM Widodori Bekol (Zyzypus rotundifolia) = 222 = 0,321
112
15
DM Lampes (Ocimum sanchum L) = 35 = 0,170
112
16
DM Mericaan = 9 = 0,036
112
17
DM Rumput Rayapan (Branchia replant) = 649 = 0,205
112
18
DM Sporobolus poiretli = 184 = 0,071
112
19
DM Antana = 50 = 0,116
112
20
DM Eragrostis amabilus = 4 = 0,009
112
21
DM Mimba (Azadirachta indica) = 9 = 0,054
112
22
DM Tarum (Indigofera tinctoria) = 78 = 0,125
112
23
DM Nilam (Pogestemon cablin) = 102 = 0,054
112
24
DM Pegagan (Centella asiatica) = 3 = 0,018
112
25
DM Koreng = 28 = 0,018
112
26 DM Klampis = 4 = 0,018
112
27
DM Paspalum commersoni = 1 = 0,009
112
DM spesies A
Dominansi Relatif (DR) : ———————————----------- ×100 %
Jumlah Total DM seluruh Spesies
1
DR Zoysia matrella = 714 = 9,65 %
112
2
DR Rumput Gajian (Scleachne punctata) = 1393 = 12,73 %
112
3
DR Meniran (Phyllanthus, Sp) = 86 = 4,93 %
112
4
DR Mungsi Arab (Artemisia vulgaris, Sp) = 1 = 0,21 %
112
5
DR Putri Malu (Mimosa pudica) = 43 = 3,90 %
112
6
DR Otok (Sida rhombifolia) = 229 = 4,31 %
112
7
DR Oxonopus compressus = 313 = 3,49 %
112
8
DR Rumput Teki (Cyperus rotundus) = 635 = 4,93 %
112
9
DR Kacang-kacangan (Calopogonium mucronata) = 155 = 6,98 %
112
10
DR Kapas Putih (Abelmoseus ficuelneus) = 617 = 15,39 %
112
11
DR Penitian (Euphorbia thymfolia L) = 18 = 1,23 %
112
12
DR Kenikir (Cosmus caudatus) = 53 = 1,44 %
112
13
DR Wedusan (Ageratum congzoidos) = 77 = 2,67 %
112
14
DR Widodori Bekol (Zyzypus rotundifolia) = 222 = 7,39 %
112
15
DR Lampes (Ocimum sanchum L) = 35 = 3,90 %
112
16
DR Mericaan = 9 = 0,82 %
112
17
DR Rumput Rayapan (Branchia replant) = 649 = 4,72 %
112
18
DR Sporobolus poiretli = 184 = 1,64 %
112
19
DR Antana = 50 = 2,67 %
112
20
DR Eragrostis amabilus = 4 = 0,21 %
112
21
DR Mimba (Azadirachta indica) = 9 = 1,23 %
112
22
DR Tarum (Indigofera tinctoria) = 78 = 2,87 %
112
23
DR Nilam (Pogestemon cablin) = 102 = 1,23 %
112
24
DR Pegagan (Centella asiatica) = 3 = 0,41 %
112
25
DR Koreng = 28 = 0,41 %
112
26 DR Klampis = 4 = 0,41 %
112
27
DR Paspalum commersoni = 1 = 0,21 %
112
Indeks Nilai Penting (INP) : KR+ FR+ DR
1
INP Zoysia matrella = 714 = 31,83
112
2
INP Rumput Gajian (Scleachne punctata) = 1393 = 49,89
112
3
INP Meniran (Phyllanthus, Sp) = 86 = 11,38
112
4
INP Mungsi Arab (Artemisia vulgaris, Sp) = 1 = 0,43
112
5
INP Putri Malu (Mimosa pudica) = 43 = 8,57
112
6
INP Otok (Sida rhombifolia) = 229 = 12,65
112
7
INP Oxonopus compressus = 313 = 12,47
112
8
INP Rumput Teki (Cyperus rotundus) = 635 = 20,99
112
9
INP Kacang-kacangan (Calopogonium mucronata) = 155 =16,70
112
10
INP Kapas Putih (Abelmoseus ficuelneus) = 617 = 41,65
112
11
INP Penitian (Euphorbia thymfolia L) = 18 = 2,78
112
12
INP Kenikir (Cosmus caudatus) = 53 = 3,81
112
13
INP Wedusan (Ageratum congzoidos) = 77 = 6,69
112
14
INP Widodori Bekol (Zyzypus rotundifolia) = 222 = 18,69
112
15
INP Lampes (Ocimum sanchum L) = 35 = 8,43
112
16
INP Mericaan = 9 = 1,80
112
17
INP Rumput Rayapan (Branchia replant) = 649 = 20,82
112
18
INP Sporobolus poiretli = 184 = 6,51
112
19
INP Antana = 50 = 6,22
112
20
INP Eragrostis amabilus = 4 = 0,48
112
21 INP Mimba (Azadirachta indica) = 9 = 2,63
112
22
INP Tarum (Indigofera tinctoria) = 78 = 7,12
112
23
INP Nilam (Pogestemon cablin) = 102 = 4,26
112
24
INP Pegagan (Centella asiatica) = 3 = 0,88
112
25
INP Koreng = 28 = 1,31
112
26 INP Klampis = 4 = 0,89
112
27
INP Paspalum commersoni = 1 = 0,44
112
Indeks Dominansi ( ID ) : n. X2. N
_________
N ( N-1 )
1
ID Zoysia matrella = 47. 7142 . 5712 = 4195,48
________________________
( 5712 – 1 )
2
ID Rumput Gajian (Scleachne punctata ) = 62.13932.5712 = 21065,98
( 5712 – 1 )
3
ID Meniran (Phyllanthus, Sp) = 24. 862.5712 = 31,0811
( 5712 – 1 )
4
ID Mungsi Arab (Artemisia vulgaris, Sp) = 1. 12. 5712 = 0,0002
( 5712 – 1 )
5
ID Putri Malu (Mimosa pudica) = 19.432.5712 = 6,1515
( 5712 – 1 )
6
ID Otok (Sida rhombifolia) = 21.2292.5712 = 192,8316
( 5712 – 1)
7
ID Oxonopus compressus = 17.3132.5712 = 291,6255
( 5712 – 1
8
ID Rumput Teki (Cyperus rotundus) = 24.6352.5712 = 1694,5193
( 5712 – 1 )
9
ID Kacang-kacangan (Calopogonium mucronata) = 34.1552.5712 = 143
( 5712 – 1)
10
ID Kapas Putih (Abelmoseus ficuelneus) = 75.6172.5712 = 4999,42
( 5712 –1)
11
ID Penitian (Euphorbia thymfolia L) = 6.182.5712 = 0,3404
( 5712 – 1 )
12
ID Kenikir (Cosmus caudatus) = 7.532.5712 = 3,4430
( 5712 – 1 )
13
ID Wedusan (Ageratum congzoidos) = 13.772.5712 = 13,4962
( 5712 – 1 )
14
ID Widodori Bekol (Zyzypus rotundifolia) = 36.2222.5712 = 310,67
( 5712 – 1)
15
ID Lampes (Ocimum sanchum L) = 19.352.5712 = 4,0755
( 5712 – 1)
16
ID Mericaan = 4. 92.5712 = 0,0567
( 5712 – 1 )
17
ID Rumput Rayapan (Branchia replant) = 23.6492.5712 = 1696,31
( 5712 – 1)
18
ID Sporobolus Poiretli = 8.1842.5712 = 47,4257
( 5712 – 1 )
19
ID Antana = 13.502.5712 = 5,6908
( 5712 – 1 )
20
ID Eragrostis Amabilus = 1. 42.5712 = 0,0028
( 5712 – 1 )
21
ID Mimba ( Azadirachta indica) = 6. 92.5712 = 0,0851
( 5712 – 1 )
22
ID Tarum (Indigofera tinctoria) = 14.782.5712 = 14,9144
( 5712 – 1)
23
ID Nilam (Pogestemon cablin) = 6. 1022.5712 = 10,9305
( 5712 – 1 )
24
ID Pegagan (Centella asiatica) = 2. 32.5712 = 0,0032
( 5712 – 1 )
25
ID Koreng = 2. 282.5712 = 0,2746
( 5712 -1)
ID Klampis = 2. 42.5712 = 0,0056
( 5712 – 1)
27
ID Paspalum Commersoni = 1. 12.5712 = 0,0002
( 5712 –1)
Gambar Hasil Pengamatan Vegetasi Herba
Kapas –kapasan Rumput
Gajian
Tarum Widodori Bekol
Antana
Zoysia matrella
RumputTeki